A. Arah Layanan Bimbingan dan Konseling

Layanan BK merupakan pelayanan pengembangan pribadi individu seutuhnya. Pribadi seutuhnya dilandasi dua kompetensi dasar, yaitu kemandirian dan pengendalian diri.

Kemandirian   adalah   kemampuan   melaksanakan   berbagai perilaku yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungan tanpa tergantung pada kondisi tertentu di luar diri sendiri. Kemandirian dimaksud bercirikan kemampuan:

  1. Memahami  dan  menerima  diri  sendiri  secara  positif  dan dinamis;
  2. Memahami   dan   menerima   lingkungan   secara   positif   dan dinamis;
  3. Mengambil keputusan secara positif dan tepat;
  4. Mengarahkan  diri  sendiri  dengan  arah  keputusan  yang  telah diambil;
  5. Mewujudkan diri sendiri sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki.

Untuk menjaga agar kemandirian yang diharapkan itu terarah pada kondisi yang positif diperlukan kemampuan pengendalian diri. Pengendalian diri mengarah pada terjadinya hubungan positif antara diri sendiri dan kondisi di luar diri. Pengendalian diri dapat terlaksana dengan praktik TMJ3, sebagai berikut:

  1. Terimalah yang  sedikit,  yaitu  pribadi  yang  mampu  menerima sesuatu   seadanya,   meskipun   sedikit   atau   bahkan   kurang menyenangkan dengan ikhlas dan rasa syukur.
  2. Memaafkan yang menyulitkan, pribadi yang memaafkan kondisi atau  perilaku  orang  lain  yang  kurang  menyenangkan    atau dianggap salah.
  3. Jangan membebani, pribadi yang tidak memberikan beban yang memberatkan orang   lain,   dan   sedapat   mungkin   justru memberikan keringanan.
  4. Jangan merendahkan, pribadi yang tidak merugikan nama baik orang lain,  seperti  merendahkan,  menghina,  mencela  dan bentuk   tindakan   dan   ucapan   kebencian   lainnya.   Sedapat mungkin justru memberikan penghargaan dan memuji hal-hal baik pada diri orang lain itu.
  5. Jangan marah, pribadi yang meredam gejolak emosi terutama kemarahan yang muncul pada dirinya. Emosi tersebut sedapat mungkin dikemas ke arah netral, kondisi nyaman dan aman bagi dirinya dan orang lain.

Dengan  pengendalian  diri  yang  kuat,  sikap  dan  perilaku  sabar dikembangkan sejauh mungkin, kalau bisa sabar tanpa batas.

Kemandirian dan pengendalian diri tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, agar hari-hari yang dijalani efektif. Hal ini disebut dengan KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari). Individu yang memiliki KES ditandai dengan:

  1. Memiliki tujuan  yang  kongkret     dan  positif  pada  setiap aktivitasnya;
  2. Aktivitas yang dilaksanakan efektif, efisien dan menyenangkan;
  3. Hasil-hasil aktivitasnya memuaskan dan memperkembangkan;
  4. Kemanfaatan aktivitasnya positif dan produktif;
  5. Terkait dengan hal-hal lainnya secara positif dan akomodatif.

Apabila kehidupan efektif seseorang terganggu, maka perilakunya tidak menampakkan tanda-tanda tersebut di atas. Ketergangguan itu   disebut   dengan   KES-T   (Kehidupan   Efektif   Sehari-hari Terganggu) disebabkan perilaku yang:

  1. Terhambat; terlambat; terhalang; terlarang
  2. Terasingkan; terabaikan; tersisihkan; terbuang
  3. Terancam; tertindas; terugikan;
  4. Terlalu; terlanjur; terjerumus;
  5. Ternoda; terhina; tertimpa dosa.

B. Bidang-bidang Layanan Bimbingan dan Konseling

Untuk mencapai kemandirian dan pengendalian diri tersebut, maka Bimbingan dan konseling (BK) di sekolah mem-fasilitasi perkembangan peserta didik dalam empat bidang layanan, yaitu: pribadi,  sosial,  belajar,  dan  karir.  Keempat  bidang  tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik.

  1. Bidang Pribadi, merupakan suatu  proses  pemberian bantuan dari     guru     BK  atau  konselor  kepada  peserta  didik  untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan    secara optimal dan mencapai, kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik yang dikembangkan meliputi: Memahami  potensi   diri   dan   memahami   kelebihan   dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis; mengembangkan potensi  untuk  mencapai  kesuksesan  dalam kehidupannya; menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik
  2. Bidang Sosial, adalah proses pemberian bantuan dari konselor atau guru  BK kepada    peserta    didik    untuk    memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil  berinteraksi  sosial,  mampu  mengatasi  masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian  hubungan   dengan   lingkungan   sosialnya   sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik yang dikembangkan meliputi: Berempati terhadap kondisi orang lain; memahami keragaman latar sosial budaya; menghormati dan     menghargai orang lain; menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku; berinteraksi sosial yang efektif; bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab; dan mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan.
  3. Bidang Belajar,  proses  pemberian  bantuan  kepada  peserta didik dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki  kesiapan menghadapi  ujian,  memiliki  kebiasaan  belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi: menyadari potensi  diri  dalam  aspek  belajar  dan  memahami berbagai hambatan belajar; memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif; memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat; memiliki keterampilan belajar yang efektif; memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya; dan memiliki kesiapan menghadapi ujian.
  4. Bidang Karir, adalah proses pemberian bantuan oleh guru BK atau konselor kepada peserta didik untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi,  aspirasi  dan  pengambilan  keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi: Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir; kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir; kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir; kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar; keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir; kesadaran  hubungan    antara    tanggung    jawab    personal, kebiasaan bekerja yang baik dan kesempatan karir; kesadaran tentang  karir  berhubungan  dengan  fungsi  dan kebutuhan di masyarakat; kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peranlaki-laki dan perempuan.